Bumi Laskar Pelangi…Belitung (II)

WP_20140418_07_28_23_Pro_wm

” Tugu Batu Satam “

Cahaya pagi masuk menerobos kaca jendela kamar ditempat saya menginap. Suara lalu lalang kendaraan bermotor mulai ramai terdengar, denyut nadi kota Tanjung Pandan telah dimulai. Hangat matahari pagi menyambut hari kedua saya berada pulau yang indah ini. Bersiap melanjutkan petualangan menuju ke daerah Belitung Timur. Tempat dimana sang fenomenal gubernur Jakarta saat ini Bapak Basuki Cahaya Purnama (Ahok) berasal dan pernah menjabat sebagai bupati.

Hari Jumat, tanggal 18 April 2014 sekitar jam 8 pagi. Saya bersama teman saya memulai perjalanan menuju Belitung Timur. Teman baru kami dari Bandung turut serta dalam perjalanan ini. Selesai menyantap sarapan ala kadarnya yang disediakan oleh penginapan, kami bertiga berangkat menuju ke arah timur Kota Tanjung Pandan melewati Bandara H.AS.Hanandjoeddin. Perkiraan perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2 jam menggunakan motor.

Untuk menuju Belitung Timur bisa berpatokan pada Kota Manggar yang merupakan ibukota Belitung Timur. Saya mengambil arah melewati kecamatan Kelapa Kampit dan kecamatan Damar, karena sesuai rencana akan mampir di Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Burung Mandi yang berada di daerah tersebut. Jika ingin lebih cepat menuju Kota Manggar bisa juga melalui Kecamatan Badau, dengan kondisi jalan yang lebih baik dan suasana yang lebih ramai. Baik lalu lintasnya maupun daerah perkampungannya. Read More…

Bumi Laskar Pelangi…Belitung (I)

WP_20140417_16_35_43_Pro_wm

” Bumi Pelangi Belitong “

” Laskar pelangi takkan terikat waktu, Bebaskan mimpimu di angkasa warnai bintang di jiwa. Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga, Bersyukurlah pada yang kuasa cinta kita di dunia…Selamanya “

Petikan lirik lagu ” Laskar Pelangi ” diatas yang dinyanyikan oleh Nidji sebagai soundtrack dari film dengan judul yang sama. Menjadi fenomena kala itu sekitar tahun 2008, filmnya mendadak menjadi boxoffice di Indonesia. Tidak hanya buku novelnya yang laris manis, filmnya pun yang mengadopsi cerita dari novel tersebut tak kalah larisnya diserbu penonton. Film yang menyajikan cerita berbeda dari trend film yang muncul di perfilman Indonesia pada tahun itu.

Sosok dibalik itu semua adalah seorang anak belitung asli yang bernama Andrea Hirata. Dia lah sosok yang menulis cerita inspiratif di buku novel Laskar Pelangi. Lewat ceritanya dia mengenalkan daerah tanah kelahirannya yaitu Belitung. Bercerita mengenai masa-masa kecil dari seorang Andrea Hirata di tanah surga timah Belitung. Akibat dari ceritanya tersebut nama Belitung mulai dikenal di seantero Indonesia. Lewat filmnya, terkuak lah kecantikan Belitung dengan pantai-pantai indahnya dihiasai batu-batu granit yang besar. Membuat orang-orang penasaran untuk mengunjunginya sekaligus napak tilas ke tempat-tempat yang dijadikan lokasi syuting di film tersebut. Read More…

Pulau Pari…Tak Ku Sesali

Created with Nokia Smart Cam

” Perahu yang kesepian “

Sabtu adalah hari dimana kebanyakan kantor meliburkan karyawannya. Tapi tidak begitu dengan kantor tempat saya bekerja di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Sabtu adalah suatu kewajiban tak tertulis untuk tetap bekerja sebagai wujud loyalitas, preett !!.

Begitu ada pengumuman bahwa hari sabtu diliburkan, bergembiralah para pekerja kurang piknik seperti saya ini. Langsung keluar ide untuk liburan ke tempat yang tidak jauh dari Jakarta. Dan Pulau Seribu adalah tujuan yang melintas dipikiran saya. Jurus loby maut langsung saya keluarkan meracuni dua teman saya, tanpa banyak negosiasi mereka bersedia tanpa paksaan. Tujuan yang saya pilih adalah Pulau Tidung. Walaupun saya sudah pernah kesana.

Hari keberangkatan pun tiba, Sabtu tanggal 1 Februari 2014. Sudah lama memang, 2 tahun yang lalu. Tapi maafkan saya yang baru sempat untuk menuangkan pengalaman saya dalam wujud tulisan dan foto di blog ini. Read More…

Mukadimah

Hujan gerimis yang membasahi jalanan kota Bandung mengiringi laju motor saya menuju rumah bersama kumandang adzan magrib yang bersahutan di langit senja yang menghitam dan seketika berubah menjadi hujan deras begitu saya menginjakkan kaki di rumah. Rutinitas pekerjaan di hari ini pun selesai, lupakan urusan kantor, tidak lupa melaksanakan panggilan Tuhan biar hati dan pikiran tetap tenang dan ini waktunya bersantai sejenak menikmati malam dengan iringan suara hujan.

Dengan ditemani secangkir susu cokelat panas dan alunan lagu dari salah satu grup band favorite saya yaitu BIP yang berjudul “Mentari Pagi”, saya mengawali membuat tulisan di blog yang baru saya buat ini. Blog yang saya buat untuk sekedar berbagi, yang mungkin bisa bermanfaat untuk siapa saja yang membaca tulisan saya. Terus terang saya tidak terlalu pandai untuk membuat sebuah tulisan yang bagus di blog, harap maklum saja kalau gaya tulisan saya mungkin kurang enak di baca tapi yang penting bagi saya tulisan di blog ini bisa bermanfaat dan mungkin menginspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Read More…