Pulau Harapan…Tawarkan Keindahan

wp_20140928_07_43_38_pro_wm_wm

” Selamat Datang Di Pulau Harapan “

Dering suara alarm mendadak membuyarkan segala mimpi indah. Mata masih terasa berat untuk terbuka sepenuhnya. Sedikit melirik ke arah jam dinding menunjukkan jam 4 tepat. Efek begadang membuat rasa kantuk masih begitu kuat untuk dilawan. Tapi suara kumandang adzan subuh berhasil menggerakkan saya untuk bangun. Pagi itu sudah ada janji dengan teman saya untuk bertemu di minimarket di dekat kost saya di daerah Ceger, Pondok Aren. Jam 5 pagi adalah waktu yang kami sepakati untuk bertemu.

Sabtu pagi tanggal 27 September 2014, kami akan pergi menikmati liburan akhir pekan di Pulau Harapan, salah satu pulau yang berada di Kepulauan Seribu Jakarta. Seperti trip sebelumnya, saya ikut acara open trip di salah satu forum komunitas terbesar di Indonesia. Kebetulan yang membuat acara adalah orang yang sama waktu saya ikut open trip ke Ujung Kulon. Karena sudah kenal saya diijinkan untuk ikut mobilnya menuju ke Pelabuhan Muara Angke dari kostannya di daerah Petukangan.

Setelah beberapa menit menunggu di minimarket teman saya pun datang. Seorang cewek berdarah Manado. Dengan menggunakan motor kami langsung menuju ke daerah Petukangan. Sedikit ngebut karena si pembuat acara sudah menunggu, meminta segera merapat karena mobil sudah siap untuk berangkat. Begitu sampai, motor langsung saya titipkan dan berangkatlah kami menuju Pelabuhan Muara Angke melewati jalanan jakarta yang pagi itu mulai ramai akan aktifitas warganya.

wp_20140927_10_47_03_pro_wm_wm

” Mendekati Pulau Harapan “

Becek, bau amis ikan, genangan air dan kotor, mungkin sudah menjadi pemandangan yang lumrah sewaktu mobil kami melewati ramainya pasar ikan Muara Angke. Mobil perlahan mencoba menerobos ramainya pasar ikan menuju parkiran pelabuhan. Sampai di area parkir, sudah banyak berjajar dengan rapi puluhan mobil dan motor para pengunjung yang hendak menuju ke Kepulauan Seribu. Dari parkiran kami berjalan menuju titik kumpul di dekat sebuah pom bensin.

Suasana terlihat begitu ramai, ratusan orang berkumpul dengan kelompok mereka masing-masing. Kepulauan Seribu benar-benar menjadi magnet wisata bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Kelompok open trip kami berjumlah sekitar 30an orang. Setelah semua peserta lengkap sesuai data. Kami pun berjalan menuju dermaga melewati jalan masuk yang becek, sedikit antri dan berdesak-desakan saking banyaknya pengunjung. Ditambah lalu lalang angkot dan sepeda motor yang membuat suasana semakin semrawut.

Kapal yang menuju ke Kepulauan Seribu berukuran besar dan terbuat dari kayu. Terparkir rapi berdempetan di dermaga. Masing-masing kapal melayani tujuan yang berbeda, selain ke Pulau Harapan ada yang menuju ke Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari dll. Rata-rata semua kapal berangkat dari Pelabuhan Muara Angke ke pulau tujuan sekitar jam 7-8 pagi. Satu kapal saya perkirakan bisa untuk memuat sekitar 100 penumpang, mungkin bisa lebih. Untuk tarif kapal waktu itu sekitar 35 ribu per orang.

wp_20140927_10_49_50_pro_wm_wm

” Merapat di dermaga Pulau Harapan “

Butuh sedikit perjuangan untuk naik ke atas kapal, kami harus antri satu-persatu karena banyaknya penumpang yang menuju ke Pulau Harapan. Saya memilih duduk lesehan di anjungan depan kapal. Biar bisa melihat pemandangan lautan luas dengan bebas. Alasan utama adalah saya terkadang mabuk laut bila duduk di dalam kapal. Dalam waktu singkat kapal sudah penuh sesak. Bunyi suara mesin kapal meraung-raung pertanda kapal siap untuk berangkat. Perlahan kapal berjalan meninggalkan dermaga Muara Angke.

Warna air laut yang semula keruh, hitam dan banyak sampah di Muara Angke semakin jauh berubah menjadi biru jernih dan sampah mulai menghilang dari pandangan. Daratan Pulau Jawa semakin kecil terlihat dan kemudian menghilang. Pemandangan birunya lautan luas terhampar lepas di depan mata saya. Di kejauhan terlihat pulau-pulau kecil yang seperti muncul dari dalam laut. Pagi itu kondisi ombak lautan terasa bersahabat. Cerah matahari pagi menghangatkan tubuh saya dan semilir angin sejuk menerpa.

wp_20140928_07_46_40_pro_wm_wm

” Dermaga Pulau Harapan “

Semakin lama sengat panas matahari semakin menggigit kulit, hanya bisa mengandalkan jaket tipis yang saya pakai untuk berlindung dari sengatannya. Rasa kantuk kembali membuat mata saya berat, efek begadang mulai menyerang kembali. Rasa kantuk mengalahkan sengatan matahari dan saya pun tertidur untuk beberapa saat. Saya pun terbangun ketika kapal sudah mendekati Pulau Harapan. Bentukan pulau Harapan walau masih samar-samar sudah terlihat di depan mata saya.

Perlahan kapal mulai merapat ke dermaga Pulau Harapan. Kurang lebih 3-4 jam waktu yang dibutuhkan dari Muara Angke menuju Pulau Harapan. Sekitar jam 11 kapal merapat di dermaga dan saya pun menginjakkan kaki pertama kali di pulau ini. Suasana begitu ramai oleh pengunjung. Kapal-kapal kecil berjajar rapi tertambat di sepanjang jalan yang menghubungkan dermaga dengan pulau. Sebuah gerbang bertuliskan “Selamat Datang Di Pulau Harapan” siap menyambut setiap pengunjung yang memasukinya.

wp_20140927_13_00_27_pro_wm_wm

” Salah satu pulau di sekitar Pulau Harapan “

Pulau Harapan merupakan salah satu pulau yang padat penduduknya di Kepulauan Seribu. Walaupun bukan sebagai pusat pemerintahan. Untuk pusat pemerintahan Kepulauan Seribu berada di Pulau Pramuka. Pulau Harapan terlihat lebih luas daripada Pulau Pramuka. Kepadatan penduduk akan terlihat begitu kita memasuki pulaunya. Rumah-rumah penduduk rapat berdiri di sepanjang jalan. Kondisi jalan di dalam pulau tergolong baik dengan pemasangan paving blok.

Saya beserta rombongan berjalan menyusuri jalanan pulau melewati rumah-rumah penduduk  menuju tempat penginapan yang sudah disiapkan. Tempat penginapan kami berupa sebuah rumah yang lumayan besar yang berada tepat di sisi laut. Pemandangan luas birunya laut dapat langsung dinikmati. Sebuah pohon besar membuat teduh suasana disekitar penginapan. Sampai di penginapan kami langsung dihadapkan dengan hidangan makan siang yang lezat.

wp_20140927_13_03_10_pro_wm_wm

” Banyak terdapat pulau kecil disekitar Pulau Harapan “

wp_20140927_13_06_02_pro_wm_wm

” Kalau tidak salah namanya Pulau Bulat “

Setelah cukup mengisi perut dan beristirahat sejenak. Sekitar jam 1 siang, saya bersama rombongan trip berjalan kembali menuju dermaga untuk acara snorkling dan hoping island. Dengan menggunakan kapal motor kayu, kami pergi menuju spot yang telah ditentukan. Panas matahari yang menyengat tidak menyurutkan semangat kami untuk bisa menikmati keindahan bawah laut yang ditawarkan. Pemandangan indah birunya lautan luas tak bosan-bosan saya memandanginya.

Selepas meninggalkan dermaga Pulau Harapan, kapal melaju dengan tenang diatas permukaan air laut. Kondisi ombak juga sedang bersahabat. Selama perjalanan menuju spot snorkling, kapal melewati beberapa pulau kecil. Saya lupa nama-nama pulaunya karena saking banyaknya pulau disekitar Pulau Harapan. Untuk spot snorkling yang kita datangi kalau tidak salah ingat, letaknya di dekat Pulau Macan. Sebuah pulau kecil sekitar 30 menit perjalanan dari Pulau Harapan.

wp_20140927_13_37_45_pro_wm_wm

” Spot Snorkling di dekat Pulau Macan “

Hamparan karang sudah bisa terlihat begitu kapal mendekati lokasi snorkling. Perairan yang dangkal dan jernihnya air laut membuat batuan karang sudah bisa terlihat samar-samar dibalik birunya air laut. Rasanya sudah tidak sabar untuk segera menyelami keindahan didalamnya. Suasana begitu ramai akan pengunjung yang bersnorkling ria. Kapal-kapal rombongan lain sudah terlebih dahulu melepas jangkar di sekitar perairan dangkal ini dan kapal kami pun menyusul untuk merapat.

Tak tahan akan godaan jernih dan birunya air laut, dengan peralatan snorkling yang sudah menempel di badan, saya langsung terjun dari atas kapal menyelami dan melihat lebih dekat keindahan dibalik birunya air laut di dekat Pulau Macan ini. Tidak sulit untuk bisa melihat pesona karang-karang indah yang tersebar diperairan ini, dengan airnya yang jernih membuat pandangan kita tidak terganggu. Bermacam-macam bentuk karang yang indah dan beberapa ikan yang cantik terlihat menari-nari diantara batu karang.

wp_20140927_13_38_29_pro_wm_wm

” Suasana di lokasi snorkling “

wp_20140927_13_38_40_pro_wm_wm

” Snorkling Time “

Karena keterbatasan ingatan, saya lupa berapa kali saya dan rombongan trip melakukan snorkling. Kalau tidak salah ingat kita bersnorkling di tiga tempat. Jarak ketiga tempat tersebut tidak terlalu jauh dan masih berdekatan. Tapi keseruan dan kenikmatan menyelami keindahan bawah laut yang disajikan tidak dapat saya lupakan. Saya akui Kepulauan Seribu memang mempunyai spot-spot snorkling yang tidak kalah bagus dan cantik dari daerah lain.

wp_20140927_14_45_06_pro_wm_wm

” Lepas jangkar dan nikmati keindahan bawah lautnya “

Setelah sekitar 2 jam kami menikmati acara snorkling di bawah sengatan matahari siang yang sukses membuat kulit menghitam, acara berganti dengan hoping island. Berlabuh dan menikmati keindahan pulau-pulau kecil dari dekat. Tujuan yang sudah diagendakan adalah ke Pulau Gosong dan Pulau Perak. Keindahan dua pulau tersebut membuat saya penasaran untuk mengunjunginya langsung. Keindahan yang sering saya dengar dari cerita teman-teman saya yang pernah menginjakkan kaki di pulau tersebut.

wp_20140927_14_31_19_pro_wm_wm

” Pulau yang saya tidak tahu namanya “

Kapal melaju dengan tenang dan tidak butuh waktu lama dikejauhan terlihat samar-samar keramaian di tengah laut. Terlihat banyak kapal berhenti dan orang-orang seakan berjalan diatas laut. Semakin mendekati lokasi semakin terlihat dengan jelas sebuah bentukan gundukan pasir putih yang seakan muncul dari dalam laut. Seperti membentuk sebuah pulau pasir. Ternyata kami sudah mendekati apa yang disebut dengan Pulau Gosong. Sebuah pulau yang terbentuk dari hasil sedimentasi.

wp_20140927_15_11_41_pro_wm_wm

” Pulau Gosong yang berupa gundukan pasir di tengah laut “

Pulau gosong ini mengingatkan saya akan Pulau Pasir di perairan Belitung, sewaktu perjalanan menuju Pulau Lengkuas. Pulau indah yang tercipta dari proses sedimentasi pasir, menghasilkan sebuah karya cipta yang mempesona di tengah lautan biru. Dan karya cipta indah dari pasir ini akan tenggelam jika air laut pasang, menenggelamkan keindahan yang dimiliki. Namun sungguh disayangkan saya dan rombongan trip melewatkan kunjungan ke pulau indah ini. Karena saking ramainya pengunjung di pulau tersebut.

wp_20140927_15_16_19_pro_wm_wm

” Pulau Perak “

Kapal terus melaju melewati Pulau Gosong, tanpa berhenti barang sejenak di daratan pasir putihnya. Kapal langsung menuju ke sebuah pulau kecil tidak jauh dari Pulau Gosong. Di pulau tersebut terlihat tidak kalah ramai dengan Pulau Gosong. Pulau kecil dengan hamparan pasir putih tersebut adalah Pulau Perak. Perlahan kapal pun merapat di dermaga sederhana Pulau Perak, disambut hamparan pasir putih yang cantik dan indahnya warna gradasi air laut yang mengelilingi pulau. Warna biru tosca yang indah.

wp_20140927_15_16_54_pro_wm_wm

” Merapat di Pulau Perak “

wp_20140927_15_17_26_pro_wm_wm

” Cemara laut meneduhkan Pulau Perak “

Kaki melangkah melewati dermaga kayu sederhana yang kemudian menapak diatas pasir putih yang lembut. Teduhnya rindang pohon cemara laut membuat siapa pun ingin berlama-lama di pulau ini. Sungguh pulau kecil yang cantik. Terlihat beberapa warung kecil berdiri, menjajakan makanan ringan bagi pengunjung. Dengan segelas kopi dan pisang goreng panas saya menikmati suasana di Pulau Perak, duduk manis diatas hamparan pasir putih yang lembut. Dipayungi rindang cemara dan semilir angin surga.

wp_20140927_15_57_34_pro_wm

” Pasir putih yang lembut “

Pasir putih bertemu jernihnya air laut di perairan dangkal Pulau perak menciptakan warna air laut yang cantik, menggoda siapa saja untuk bermain dengannya. Keramaian pengunjung membuat suasana ceria menyelimuti pulau, tidak ada wajah kesedihan di wajah para pengunjung. Bersama rombongan masing-masing, mereka menikmati setiap jengkal keindahan dari Pulau Perak. Saya cukup melihat dan mengabadikan kecerian mereka dalam kamera.

wp_20140927_16_13_34_pro_wm_wm

” Keramaian di Pulau Perak “

Tak terasa hampir 2 jam waktu berlalu dan itu serasa tidak cukup untuk menikmati keindahan Pulau Perak. Teduhnya rindang cemara membuat saya seakan terjebak dalam kedamaian dan enggan rasanya untuk segera beranjak pulang. Dengan terpaksa saya harus berpisah dengan Pulau Perak dan kembali ke Pulau Harapan. Laju kapal perlahan meninggalkan dermaga Pulau Perak, sekaligus meninggalkan keindahannya dan menyimpannya dalam ingatan saya. Kamera pun turut mengabadikan keindahannya.

Sekitar jam 5 sore saya beserta rombongan trip kembali merapat di Pulau Harapan. Kembali ke penginapan untuk beristirahat sampe pagi menjelang. Acara hari ini pun usai dan berlanjut kembali esok hari. Setelah membersihkan diri, saya duduk menikmati suasana sore dipinggir laut disamping penginapan. Obrolan santai dengan teman-teman baru, menciptakan suasana hangat penuh keakraban. Bersama menikmati tenggelamnya matahari di ufuk barat sampai adzan magrib menggema di langit Pulau Harapan.

wp_20140928_07_46_13_pro_wm_wm

” Pemandangan pemukiman penduduk pulau dari dermaga “

Pagi pun datang bersama munculnya matahari yang mengoyak kegelapan malam. Dingin pagi masih terasa menyelimuti Pulau Harapan. Mata terasa sedikit berat karena semalaman lelapnya tidur tidak bisa saya rasakan. Saya pun memilih untuk keluar dari penginapan dan menikmati suasana pagi yang sejuk dan damai. Suasana yang tidak akan bisa dijumpai di Jakarta. Pemandangan lautan biru menyambut begitu saya keluar dari penginapan. Menjadi pagi yang berharga yang sayang untuk dilewatkan.

wp_20140928_08_31_48_pro_wm_wm

” Merapat di Pulau Genteng Kecil”

Masih tersisa waktu untuk menikmati keindahan lain di sekitar Pulau Harapan. Acara hari kedua walaupun cuma ada waktu beberapa jam, akan kami habiskan untuk mengunjungi Pulau Genteng dan Pulau Bira. Sedang untuk snorkling sudah tidak diagendakan lagi. Setelah selesai bersantap pagi dengan menu hidangan yang lumayan enak, saya bersama rombongan trip berjalan menuju ke dermaga. Keramaian pagi di dermaga langsung terlihat begitu kami melewati gerbang Pulau Harapan.

wp_20140928_08_50_14_pro_wm_wm

” Kedamaian Pulau Genteng Kecil “

Kapal langsung membawa kami menuju ke pulau pertama yang akan dikunjungi yaitu Pulau Genteng. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk merapat di dermaga Pulau Genteng. Ternyata Pulau Genteng mempunyai dua buah pulau yaitu Genteng Besar dan Genteng Kecil. Diagendakan kami hanya mengunjungi Pulau Genteng Kecil saja. Kapal pun merapat di sebuah dermaga kayu yang cantik. Berdekatan dengan sebuah kapal boat mewah yang besar yang sudah terlebih dahulu bersandar dengan tenang di sisi dermaga.

wp_20140928_08_31_58_pro_wm_wm

” Karang cantik diperairan dangkal Pulau Genteng Kecil “

Kesan tenang dan damai langsung terasa begitu saya menginjakkan kaki di dermaga pulau. Perairan dangkal yang jernih dengan warna birunya yang begitu menggoda mata. Batuan karang dengan mudah terlihat di balik jernihnya air laut, mempertontonkan kecantikannya di bawah matahari pagi. Berjalan memasuki pulau, hamparan pasir putih yang lembut menyambut. Rindang pohon-pohon besar meneduhkan pulau ini, membuat suasana begitu nyaman. Tempat yang tepat untuk mencari ketenangan.

wp_20140928_08_55_56_pro_wm_wm

” Perairan dangkal yang tenang “

Pulau Genteng Kecil terlihat seperti sebuah resort atau pulau pribadi. Terdapat beberapa bangunan cottage yang bisa disewa oleh pengunjung. Terdapat juga sebuah bangunan berbentuk panggung yang besar untuk acara pertunjukan. Suasana pulau terkesan sepi, tapi mungkin justru itu yang menjadi daya tarik dari pulau ini. Pemilik resort menawarkan fasilitas mewah dengan memadukan keindahan dan ketenangan. Tempat yang  cocok bagi pencari ketenangan yang sudah bosan dengan hiruk pikuk Jakarta.

wp_20140928_08_56_53_pro_wm_wm

” Dermaga Pulau Genteng Kecil “

Belum puas menikmati kedamaian di Pulau Genteng Kecil, saya dan rombongan harus melanjutkan lagi perjalanan menuju ke pulau terakhir yaitu Pulau Bira. Kedamaian yang sudah terlanjur masuk ke dalam diri saya terpaksa harus melepasnya kembali. Waktu terasa begitu singkat, tapi bagaimanapun juga saya harus meninggalkan pulau ini. Kapal pun berjalan kembali menuju Pulau Bira, pulau yang akan menjadi penanda berakhirnya rangkaian acara trip kali ini.

wp_20140928_09_25_12_pro_wm_wm

” Pemandangan Pulau Bira dari dermaga “

Perlahan kapal merapat di dermaga Pulau Bira. Dermaga kayu yang mirip dengan yang ada di Pulau Genteng kecil. Bedanya di dermaga Pulau Bira terdapat seperti sebuah saung kecil. Pemandangan sekitar Pulau Bira tak jauh beda dengan Pulau Genteng Kecil. Perairan dangkal dengan airnya yang jernih, karang-karang pun terlihat dengan mudah di balik gradasi warna air laut yang cantik. Pasir putih yang lembut dan teduhnya rindang pohon-pohon besar menyambut saya begitu memasuki pulau.

wp_20140928_10_04_47_pro_wm_wm

” Selamat Datang di Pulau Bira “

Nuansa teduh di Pulau Bira membuat sengat panas matahari serasa tak berarti. Ramainya suasana terasa lebih hidup daripada Pulau Genteng Kecil. Di pulau ini terdapat bekas sebuah resort mewah yang sudah ditinggalkan dan terbengkalai. Kesan sedikit angker terasa dari bangunan-bangunan yang sudah lama ditinggalkan. Bekas-bekas kolam renang pun terlihat terbengkalai dipenuhi banyak tanaman liar. Tapi masih ada beberapa bangunan cottage yang masih dikelola dan bisa disewa oleh pengunjung.

wp_20140928_09_43_37_pro_wm_wm

” Gradasi warna air laut “

Seperti Pulau Genteng Kecil, kesan tenang dan damai juga terasa di Pulau Bira. Tapi untuk yang pengen lebih merasakan suasana yang lebih private Pulau Genteng Kecil lebih saya rekomendasikan. Karena terlihat Pulau Bira kurang terawat dan kurang bersih walaupun masih ada cottage yang dikelola. Andai saja resort ini dihidupkan lagi, saya yakin Pulau Bira akan kembali jadi salah satu andalan wisata di sekitar Pulau Harapan. Sisi keindahan dari Pulau Bira masih terjaga tinggal dipoles agar lebih cantik lagi.

wp_20140928_09_39_58_pro_wm_wm

” Dermaga Pulau Bira “

Teduhnya rindang pohon-pohon besar di Pulau Bira menggoda mata saya untuk terpejam sambil menikmati semilir angin pantai. Tak terasa saya tertidur di sebuah bangku kayu panjang di bangunan utama bekas resort. Rasa kantuk ditambah suasana yang nyaman membuat mata tak kuasa untuk menahannya, membawa saya ke alam mimpi untuk sesaat. Saya terbangun ketika suara teman-teman trip memanggil untuk berkumpul bersama. Berkumpul untuk mengambil foto kenangan dalam trip ini.

Foto bersama menjadi pertanda berakhirnya trip kali ini. Rangkaian acara trip Pulau Harapan pun berakhir di Pulau Bira. Waktunya kembali ke Pulau Harapan dan bersiap untuk menyambut kapal yang akan membawa saya dan rombongan menuju ke kehidupan nyata, kehidupan Ibukota Jakarta. Rasanya liburan itu seperti sebuah mimpi indah yang tidak ingin kita akhiri. Tapi seindah-indahnya mimpi pasti akan terjaga juga dari lelap tidur kita. Kembali ke dunia nyata, menghadapi kembali semua hiruk pikuk kehidupan.

wp_20140928_10_04_21_pro_wm_wm

” Meninggalkan Pulau Bira “

Kapal perlahan meninggalkan dermaga Pulau Harapan menuju Pelabuhan Muara Angke. Pulau Harapan semakin lama semakin jauh tak terlihat lagi, menghilang seperti ditelan langit biru. Menghilangkan segala keindahannya dari pandangan. Tapi keindahan tersebut masih akan terus melekat dalam ingatan. Foto-foto yang saya abadikan dalam kamera saya, akan menjadi sebuah saksi akan keindahan yang ditawarkan oleh Pulau Harapan. Pulau yang akan selalu memberi harapan bagi pencari keindahan.

Advertisements

Tags: , , , , , , , ,

About Mitra PW

saya bukanlah siapa-siapa...hanya seseorang yang ingin menikmati kehidupan yang hanya sekali ini diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: