Menyelami Pahawang-Kelagian-Tanjung Putus

wp_20140920_07_54_36_pro_wm

Pulau Pahawang-Kelagian di kejauhan

Dinginnya angin malam menyambut saya begitu menginjakkan kaki di Pelabuhan Merak. Pelabuhan yang menjadi gerbang barat Pulau Jawa, menjadi gerbang perlintasan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera atau pun sebaliknya. Suara klakson kapal menggelegar memecah malam, biasanya pertanda kapal akan segera berlayar. Kapal ferry menjadi satu-satunya transportasi yang bisa digunakan untuk menyebrang ke Pulau Sumatera dari jalur darat. Dengan wacana jembatan selat sunda yang belum jelas realisasinya.

Selang 2 minggu dari perjalanan saya ke Ujung Kulon. Saya kembali ikut serta dalam sebuah open trip yang saya baca di sebuah forum. Open trip menuju ke Pulau Pahawang, Kelagian dan Tanjung Putus di daerah Lampung. Menjadi yang pertama tiba di Pelabuhan Merak membuat saya menunggu rombongan lainnya tiba. Menunggu dengan secangkir kopi hangat di lesehan sederhana pinggir laut beralaskan tikar disertai obrolan ringan dengan ibu penjual kopi yang sama-sama seorang perantauan dari Jawa Timur.

wp_20140920_07_54_28_pro_wm

” Suasana Pelabuhan Ketapang “

Setelah menunggu sekitar 2 jam, saya bertemu rombongan di depan loket tiket. Langsung berkenalan dengan ketua rombongan dan para peserta trip. Kali ini trip diikuti sekitar 15 orang. Begitu peserta sudah berkumpul sesuai data dan tiket kapal sudah ditangan, kami langsung menuju kapal ferry yang akan membawa kami menyeberang ke Pulau Sumatera. Perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai di Pelabuhan Bakahueni Lampung. Begitu klakson kapal dibunyikan, kapal perlahan berlayar menembus gelap malam di lautan Selat Sunda.

Waktu 2 jam serasa membosankan diatas kapal. Mata yang tidak bisa terlelap selama perjalanan terasa berat. Kapal pun merapat di Pelabuhan Bakahueni bertepatan dengan kumandang adzan subuh. Sabtu pagi tanggal 20 september 2014, saya menginjakkan kaki kembali di tanah Sumatera. Selepas menunaikan kewajiban sholat subuh, kami langsung menuju Terminal Bakahueni. Dimana mobil yang kami sewa sudah menunggu kedatangan kami. Siap mengantar menuju Pelabuhan Ketapang.

wp_20140920_07_55_58_pro_wm

” Kapal kayu sewaan menuju Pahawang-Tanjung Putus “

Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam menuju Pelabuhan Ketapang di daerah Pesawaran, Lampung. Jalur yang sama bila ingin menuju ke Teluk Kiluan. Dalam perjalanan ini akhirnya saya bisa terlelap dengan tenang. Terbangun ketika mobil berhenti di depan sebuah warung nasi uduk di pinggir jalan selepas Kota Teluk Betung. Sekitar jam 8 pagi, mobil memasuki Pelabuhan Ketapang. Letak pelabuhan ini tepat disisi kiri jalan menuju Teluk Kiluan.

Kami berjalan menuju dermaga sederhana dan terlihat banyak kapal motor dari kayu yang berukuran tidak terlalu besar dengan cadik sebagai penyeimbang dikiri-kanannya. Dari dermaga ini pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Pulau Pahawang dan Kelagian terlihat dikejauhan menyerupai sebuah gunung. Bentang alam di daerah ini berbukit-bukit sepanjang mata memandang. Bukit-bukit hijau seakan muncul dari dalam laut. Sungguh pemandangan yang begitu indah.

wp_20140920_09_30_51_pro_wm

” Spot snorkling pertama “

Ombak yang tenang mengiringi perjalanan kapal motor sewaan kami menuju spot snorkling pertama. Di spot pertama ini perairan terlihat dangkal dengan air yang jernih. Kedalaman sekitar 2-3 meter. Dari atas kapal saya sudah bisa melihat dengan jelas karang-karang yang indah. Saya pun langsung terjun menyelami keindahannya. Ikan-ikan kecil yang cantik berenang dengan riang diantara karang. Hati-hati dengan banyaknya bulu babi yang terdapat di spot snorkling ini.

wp_20140920_09_32_14_pro_wm_wm

” Hati-hati dengan Bulu Babi “

Di spot snorkling ini saya merasakan kondisi air begitu dingin. Saya sempat menggigil kedinginan diatas kapal. Entah karena kondisi badan saya yang mendadak drop atau karena memang air disini kondisinya seperti itu ketika pagi hari. Saya tidak lama bersnorkling, karena kondisi badan yang mendadak drop. Mungkin akibat masuk angin karena semalaman tidak tidur dan saat di kapal ferry saya duduk di bagian buritan di tempat yang tebuka dengan kondisi angin yang lumayan kencang.

wp_20140920_09_40_58_pro_wm

” Keceriaan peserta trip “

Disaat badan mendadak drop, ombak di lokasi snorkling yang semula tenang mendadak mulai membesar. Menambah derita saya diatas kapal, kepala mulai terasa pening dan perut mual akibat guncangan ombak. Teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Kami akhirnya sepakat untuk melanjutkan ke spot snorkling berikutnya. Pengemudi kapal dengan sigap segera mengarahkan kapalnya menuju ke arah Pulau Kelagian.

wp_20140920_09_34_17_pro_wm

” Kapal dari rombongan lainnya “

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di spot snorkling kedua disekitar pulau kecil yang tak berpenghuni. Saya lupa nama pulaunya. Di pulau tersebut seingat saya ada satu buah tower seperti tower telekomunikasi berdiri tepat di bibir pulau. Kondisi spot snorkling disini kurang lebih sama dengan yang pertama. Setelah kondisi badan saya sedikit membaik, saya mencoba menyelami keindahan di tempat tersebut. Masih dengan pemandangan karang-karangnya yang indah dan ikan-ikan kecilnya yang cantik.

Dari spot snorkling kedua dilanjutkan menuju ke spot ketiga. Saya terus terang kurang ingat dengan spot sorkling ketiga ini. Karena foto-foto yang saya ambil dalam trip ini kebanyakan pakai kamera digital dan foto tersebut tersimpan di harddisk laptop yang saat ini dalam kondisi rusak. Belum berhasil saya recovery. Foto yang saya upload di blog ini adalah foto yang sempat saya ambil menggunakan kamera handphone yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi lumayan membantu ingatan saya dalam menulis perjalanan ini.

wp_20140920_12_31_34_pro_wm_wm

” Pulau Kelagian Kecil “

Selesai bersnorkling di spot ketiga, sekitar jam 12.30 siang, kapal merapat di sebuah pulau dengan pasir putih yang sangat cantik. Di pulau ini direncanakan untuk beristirahat sejenak menikmati santapan siang yang sudah disiapkan. Pemandangan di pulau ini benar-benar mempesona mata saya. Pulau tersebut adalah Pulau Kelagian Kecil. Begitu menginjakkan kaki di pasir putihnya yang lembut, keindahannya membuat saya tak menghiraukan panasnya sengatan matahari yang sudah mencapai puncaknya.

wp_20140920_12_31_40_pro_wm_wm

” View dari Pulau Kelagian Kecil “

wp_20140920_12_36_18_pro_wm_wm

” Pasir putih yang cantik “

Dengan beralaskan hamparan pasir putih yang lembut. Saya menikmati santapan siang dibawah teduhnya sebuah pohon. Panasnya matahari siang semakin tak bersahabat. Tapi tak bisa menghalangi saya untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan. Di depan tempat saya berisitarahat, terlihat jajaran bukit-bukit hijau yang indah. Cerahnya langit biru siang itu membuat warna air laut tergradasi dengan baik. Warna putihnya pasir bertemu dengan warna biru tosca dan biru gelap di perairan yang dalam.

wp_20140920_12_36_28_pro_wm_wm

” Kelagian Kecil yang mempesona “

Rasanya ingin berlama-lama menikmati pulau yang indah ini. Tapi waktu memaksa saya harus meninggalkan keindahannya. Mencoba menyimpan setiap keindahan yang disajikan dalam memory saya. Pemandangan indah di Pulau Kelagian Kecil mengingatkan saya akan Pulau Peucang di Ujung Kulon. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati pulau ini, sengatan matahari siang akan membuat siapa pun menyerah untuk berlama-lama menikmati keindahannya.

wp_20140920_12_41_32_pro_wm

” Meninggalkan Pulau Kelagian Kecil “

Kapal motor kami perlahan menjauh meninggalkan Pulau Kelagian Kecil. Warna cantik gradasi air laut mulai memudar dari pandangan saya, berganti warna biru gelap lautan yang dalam. Pemandangan bukit-bukit hijau masih menemani sepanjang perjalanan ini. Membuat mata tidak merasa bosan akan keindahannya. Kamera digital dan handphone yang saya pegang tidak berhenti mengabadikan pemandangan tersebut. Kami menuju ke spot snorkling yang ke empat. Kapal mengarah ke sekitaran Pulau Kelagian Besar.

wp_20140920_13_08_13_pro_wm

” Sekitaran Pulau Kelagian Besar “

Hamparan karang cantik terlihat dengan jelas dari airnya yang jernih diperairan yang dangkal. Kedalaman air hanya sekitar 1-2 meter. Tempat ini menurut saya lebih cantik dari spot-spot snorkling sebelumnya. Ikan-ikan kecil berenang riang menyelinap diantara batu karang. Pemandangan disekitarnya juga tidak kalah indah. Saya hanya sebentar menyelami dan menikmati pemandangan bawah laut di tempat ini. Puas menyelami keindahan yang ditawarkan, saya tertidur dengan pulas di atas kapal.

wp_20140920_13_15_02_pro_wm

” Hamparan batu karang yang cantik “

wp_20140920_13_15_16_pro_wm

” Air yang jernih dan karang yang indah “

Akibat badan yang mendadak drop membuat saya kurang fit untuk berlama-lama bersnorkling menikmati keindahan alam bawah laut. Mood menjadi sedikit kacau. Tertidur sesaat cukup membantu badan saya untuk kembali pulih. Mungkin sekitar 30 menit saya tertidur diatas kapal. Begitu terbangun saya melihat teman-teman masih asyik bersnorkling ria. Saya hanya melihat dan mengabadikan momen tawa ceria mereka dari atas kapal sambil menikmati keindahan tempat ini ditemani semilir angin.

wp_20140920_13_13_10_pro_wm

” Kapal rombongan lain melintas “

wp_20140920_13_15_54_pro_wm

” Nelayan seorang diri “

Sang pengemudi kapal mengarahkan kembali kapal motor menuju ke sebuah daratan pulau berpasir putih. Pulau tersebut adalah Pulau Kelagian Besar. Begitu turun dari kapal butiran pasir putih menyambut kaki kami. Pasir putih disini tidak secantik di Pulau Kelagian Kecil. Pohon-pohon yang rindang berjajar di sepanjang pantainya. Keteduhannya mengundang kami untuk merebahkan diri melepas lelah. Hampir seharian kami bersnorkling ria di beberapa spot. Rasa lelah tak bisa terhindarkan lagi.

wp_20140920_13_55_58_pro_wm

” Mendarat di Pulau Kelagian Besar “

wp_20140920_14_19_49_pro_wm_wm

” Mungkin kapalnya lelah “

Satu-persatu dari kami tumbang di bawah pohon yang rindang. Beralaskan pasir putih di pulau yang sepi. Terlelap dalam kelelahan yang menghinggapi. Kesejukan semilir angin pantai mempercepat kami menuju ke alam mimpi. Entah berapa lama kami terlelap, begitu terbangun sinar matahari sore menghangatkan tubuh kami. Rasa lelah sudah terusir pergi, waktunya berjalan-jalan menikmati pemandangan indah di sepanjang pantai yang sepi.

wp_20140920_14_16_39_pro_wm_wm

” Pasir Putih Kelagian Besar “

wp_20140920_14_20_30_pro_wm_wm

” Ombak yang tenang “

Dari Kelagian Besar kapal bergerak kembali menuju ke arah Tanjung Putus. Sebuah pulau yang akan menjadi tempat kami menginap malam ini. Sebuah homestay penduduk setempat sudah kami sewa untuk tempat menginap kami. Sekitar jam 4.30 sore kapal mendekati Tanjung Putus. Terlihat banyak keramba ikan disekitar pulaunya. Tidak lama kapal merapat di pasir putih Tanjung Putus, dekat dengan sebuah keramba dan jembatan yang mirip dermaga. Jembatan tersebut mengarah ke sebuah bangunan seperti cottage.

wp_20140921_07_27_07_pro_wm

” Tanjung Putus “

wp_20140921_07_27_13_pro_wm

” Sebuah cottage diatas laut “

Tanjung Putus merupakan salah satu pulau yang berpenduduk selain Pulau Pahawang. Sore itu suasana pulau terasa sepi. Setelah membersihkan badan di homestay, saya dan beberapa teman trip memilih menghabiskan waktu di sebuah warung sederhana di dekat homestay. Obrolan ringan sambil menikmati mie telur rebus dan segelas kopi. Tidak ketinggalan gorengan panas menemani sepanjang obrolan sore itu. Laki perempuan membaur menjadi satu membuat obrolan menjadi seru.

wp_20140921_07_42_23_pro_wm

” Pemandangan sekitar Tanjung Putus “

Adzan magrib berkumandang menjadi penanda datangnya malam. Suasana sepi menyelimuti Tanjung Putus dan suara binatang malam mulai bermunculan. Selepas menikmati santap malam yang lezat, kembali obrolan ringan menjadi andalan kami untuk menghabiskan malam. Warung menjadi tempat favorit kami untuk menghabiskan malam. Canda tawa dalam obrolan menjadi bumbu yang menambah kesan suasana keakraban yang terjalin. Menjelang tengah malam kami sudah terlelap dalam buaian mimpi.

wp_20140921_08_38_17_pro_wm

” Spot snorkling dekat Tanjung Putus “

Pagi hadirkan rasa dingin yang menyelimuti di sekitar Tanjung Putus. Matahari perlahan menampakkan wujudnya di cerahnya langit pagi. Berjalan diatas pasir putih menikmati pagi yang sepi, merasakan kedamaian di pulau yang indah ini. Pemandangan indah yang tersaji tak bosannya untuk dipandangi. Rasanya belum puas hanya semalam di pulau ini. Masih banyak keindahan yang ditawarkan untuk dinikmati.

wp_20140921_09_22_18_pro_wm

” Hamparan karang dangkal di Tanjung Putus “

Sebelum benar-benar meninggalkan Tanjung Putus, kami masih ada kesempatan menikmati keindahan bawah lautnya. Kami langsung menuju spot snorkling yang letaknya tidak terlalu jauh dari bibir pulau. Penampakan hamparan karang-karang dangkal yang indah langsung tersaji didepan mata kami. Pagi yang cerah membuat warna biru air laut terlihat begitu indah ditambah airnya yang jernih membuat kecantikan batu karang bisa dinikmati dengan mata telanjang tanpa gangguan.

wp_20140921_09_29_11_pro_wm

” Air yang jernih dan Karang yang indah “

Dinginnya air laut langsung menyerang tubuh kami begitu terjun dari atas kapal. Warna air laut yang cantik begitu menggoda mata kami. Jernihnya air membuat mata kami leluasa menikmati keindahan bawah laut Tanjung Putus. Batuan karang dangkal dengal beraneka ragam bentuk dan berwarna-warni membius mata kami. Ikan-ikan kecil berenang dengan riang menyelinap di balik karang. Menurut saya ini merupakan spot snorkling paling cantik yang ada disekitar Pahawang-Kelagian-Tanjung Putus.

wp_20140921_09_29_31_pro_wm

” Keindahannya begitu menggoda “

wp_20140921_09_30_17_pro_wm

” Serasa gak ingin pulang “

Keindahan Tanjung Putus yang menggoda bagaimana pun juga kami harus rela meninggalkannya. Waktu terus bergerak menuju siang, masih ada satu spot snorkling lagi yang harus kami nikmati di sekitar Pulau Pahawang Kecil. Kapal kami langung bergerak meninggalkan Tanjung Putus dan berhenti di perairan dangkal yang penuh dengan hamparan karang. Tidak jauh berbeda dengan pemandangan di Tanjung Putus. Yang menjadi pembeda adalah bukit-bukit hijau yang indah terlihat begitu dekat di mata kami.

wp_20140921_11_41_34_pro_wm

” Perairan dangkal penuh karang di Pahawang Kecil “

Pemandangan bawah laut di Pahawang Kecil tidak kalah indah dengan Tanjung Putus. Masih di dominasi dengan karang-karang yang indah dan ikan-ikan kecil yang cantik. Airnya yang jernih membuat kami tidak kesulitan untuk menikmati pemandangan yang disajikan. Trip kali ini membuat saya benar-benar puas menikmati keindahan pemandangan bawah laut. Lebih dari 5 spot snorkling yang kami singgahi dan kami selami keindahannya. Benar-benar keindahan yang sulit untuk dilupakan.

wp_20140921_11_41_55_pro_wm

” Pemandangan Pulau Pahawang Besar “

Di Pulau Pahawang kecil terdapat sebuah resort yang berada tepat di pinggir pantai. Dari info yang daya dapat dari pengemudi kapal, resort tersebut milik seseorang berkebangsaan Perancis. Terlihat dari kejauhan bangunan resort terbuat dari kayu dan terdapat jembatan kayu yang cantik. Harus ada ijin untuk bisa memasuki wilayah resort tersebut. Di antara Pahawang Kecil dan Pahawang Besar terdapat pasir timbul, hamparan pasir putih yang timbul ke permukaan air laut. Tapi sayang kami tidak mampir dikedua tempat tersebut.

wp_20140921_12_17_36_pro_wm_wm

” Di Pulau Pahawang Besar “

Matahari makin meninggi, sengat sinarnya makin menggigit di kulit. Waktu beranjak siang dan kami pun menyudahi acara snorkling terakhir kami. Kapal pun merapat di pasir putih Pulau Pahawang Besar sekitar jam 12 siang. Panasnya pasir terasa membakar telapak kaki. Kami beristirahat sekaligus bersantap siang karena perut kami sudah kelaparan. Dibawah pohon yang rindang dan beralaskan pasir putih, kami melahap makanan kami sambil menikmati pemandangan dan hembusan semilir angin yang menyejukkan.

wp_20140921_14_01_14_pro_wm

” Kembali ke Dermaga Ketapang “

Kapal kami perlahan meninggalkan Pulau Pahawang Besar dan bergerak kembali ke arah Dermaga Ketapang. Usai sudah petualangan saya dan teman-teman trip menikmati dan menyelami keindahan bawah laut Pulau Pahawang-Kelagian-Tanjung Putus. Sebuah petualangan yang mengesankan dan sulit untuk dilupakan. Ini merupakan perjalanan dan petualangan kedua saya di pulau seberang lebih tepatnya di Lampung setelah sebelumnya saya menikmati keindahan Krakatau di penghujung tahun 2009 yang lalu.

Tepat jam 2 siang kapal kami merapat kembali di Dermaga Ketapang. Resmi sudah perjalanan dan petualangan ini berakhir. Bersiap kembali menuju Pelabuhan Bakahueni untuk menyeberang ke pulau asal yaitu Pulau Jawa. Pelabuhan Merak menjadi tempat kami berpisah setelah dalam 2 hari ini kami disatukan dalam keakraban. Dingin malam dan alunan lagu mengantar kami ke alam mimpi di dalam bus antar kota yang membawa kami pulang kembali menuju Jakarta.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Tags: , , , , ,

About Mitra PW

saya bukanlah siapa-siapa...hanya seseorang yang ingin menikmati kehidupan yang hanya sekali ini diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: