Archive | July 2016

Menikmati Rancabali

WP_20140621_13_19_16_Pro_wm

” Kebun Teh Rancabali “

Kejenuhan akan rutinitas kerja, membuat saya ingin melepaskan diri sejenak menghirup udara segar pegunungan. Otak serasa keruh akan beban pekerjaan yang rasanya tak ada habisnya. Kebetulan dan sangat jarang terjadi, kantor saya memberi libur di hari sabtu. Sesuatu yang sangat saya syukuri. Seakan tuhan mengabulkan doa saya, mengijinkan saya untuk melihat dan menikmati keindahan alam ciptaannya.

Bandung langsung menjadi tujuan saya. Kota yang sudah menjadi bagian hidup saya, karena di kota ini lah tampat perantauan pertama saya sejak meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pendidikan. Setelah berkoordinasi dengan teman baik saya, yang merupakan teman satu kampus dan juga satu kost semasa kuliah. Saya berangkat dari Jakarta menuju Bandung menggunakan jasa travel, selepas pulang kerja. Read More…

Advertisements

Museum Fatahillah…Melepas Lelah

WP_20140514_11_14_09_Pro_wm

” Museum Fatahillah “

Sesaat setelah bel kantor berbunyi yang menandakan aktifitas kerja pagi itu dimulai. Handphone saya berdering dengan merdunya. Layar handphone menunjukkan sebuah nomor yang tidak saya kenal. Setelah telpon saya angkat, ternyata salah seorang nasabah yang meminta saya untuk bertemu di kantornya. Dia memberikan alamat kantornya di sebuah bank swasta di kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya disamping Museum Fatahillah.

Nasib jadi pekerja yang sering terjun ke lapangan, harus siap kapan pun dan dimana pun nasabah meminta untuk bertemu. Saya yang sebelumnya agak malas untuk kesana, melihat jauhnya jarak antara kantor saya di Bintaro dengan tempat yang diminta di daerah Jakarta Barat, tapi karena nasabah tersebut menyebut bahwa kantornya di samping Museum Fatahillah saya jadi tertarik. Saya langsung mengiyakan ajakan tersebut.  Read More…

Bumi Laskar Pelangi…Belitung (IV)

WP_20140418_16_33_14_Pro_wm

” Pantai Tanjung Binga “

Langit sore mulai menampakkan wajahnya. Matahari mulai bergerak ke ujung barat tempat dia bersiap terbenam dalam langit senja. Motor yang saya kendarai terus bergerak menyusuri jalanan Belitung menuju ke utara Kota Tanjung Pandan. Tepatnya ke arah Kecamatan Sijuk. Selepas mengunjungi Belitung Timur, dengan masih adanya waktu sebelum malam menjemput. Bersama dua orang teman saya, perjalanan masih kami lanjutkan mengunjungi Pantai Tanjung Binga dan Pantai Bukit Berahu. Di pantai ini kami berencana untuk melihat keindahan matahari terbenam atau sunset.

Tanjung Binga sebenarnya merupakan sebuah perkampungan nelayan tradisional. Berjarak kurang lebih 20 km ke arah utara dari Kota Tanjung Pandan, searah dengan Pantai Tanjung kelayang dan Pantai Tanjung Tinggi. Nama pantai diambil dari nama Desa Tanjung Binga. Sebagian besar warga kampung nelayan di Tanjung Binga bukan merupakan warga asli Belitung, tetapi warga pendatang dari Pulau Sulawesi yaitu Suku Bugis. Maka kadang kampung ini disebut kampung nelayan bugis. Kampung nelayan ini merupakan penghasil ikan asin terbesar di Belitung. Read More…

Bumi Laskar Pelangi…Belitung (III)

WP_20140418_13_20_54_Pro_wm

” Bangunan SD Muhammadiyah Gantong dalam Film Laskar Pelangi “

Gantung atau orang lokal belitung menyebutnya Gantong, merupakan sebuah kecamatan di Belitung Timur yang berada di sebelah selatan Kota Manggar. Sekitar 30 menit perjalanan dari Manggar dengan menggunakan motor. Di Gantung inilah setting cerita utama dari novel dan film Laskar Pelangi dibuat, sebagian besar lokasi syuting berada di daerah ini. Andrea Hirata sang penulis novel Laskar Pelangi, merupakan putra asli daerah Gantung. Menuliskan kisah nyata tentang masa kecilnya sewaktu Gantung masih berjaya dengan tambang timahnya. Tapi semua kejayaan itu tidak bisa dinikmati oleh sebagian besar warga Gantung.

Sekarang Gantung menjelma menjadi sebuah tempat tujuan wisata populer bagi setiap orang yang berkunjung ke Belitung. Rasanya tidak lengkap pergi ke Belitung tanpa mampir ke Gantung walaupun jaraknya cukup jauh dari Tanjung Pandan. Berkat jasa seorang Andrea Hirata dengan Laskar Pelanginya, Gantung yang telah tenggelam dalam sejarah kejayaan timah masa silam muncul kembali dengan bentuk yang berbeda, bukan lagi menawarkan bulir timah tapi menawarkan pesona wisata. Baik wisata alam, wisata sejarah dan juga wisata edukasi. Read More…

Bumi Laskar Pelangi…Belitung (II)

WP_20140418_07_28_23_Pro_wm

” Tugu Batu Satam “

Cahaya pagi masuk menerobos kaca jendela kamar ditempat saya menginap. Suara lalu lalang kendaraan bermotor mulai ramai terdengar, denyut nadi kota Tanjung Pandan telah dimulai. Hangat matahari pagi menyambut hari kedua saya berada pulau yang indah ini. Bersiap melanjutkan petualangan menuju ke daerah Belitung Timur. Tempat dimana sang fenomenal gubernur Jakarta saat ini Bapak Basuki Cahaya Purnama (Ahok) berasal dan pernah menjabat sebagai bupati.

Hari Jumat, tanggal 18 April 2014 sekitar jam 8 pagi. Saya bersama teman saya memulai perjalanan menuju Belitung Timur. Teman baru kami dari Bandung turut serta dalam perjalanan ini. Selesai menyantap sarapan ala kadarnya yang disediakan oleh penginapan, kami bertiga berangkat menuju ke arah timur Kota Tanjung Pandan melewati Bandara H.AS.Hanandjoeddin. Perkiraan perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 2 jam menggunakan motor.

Untuk menuju Belitung Timur bisa berpatokan pada Kota Manggar yang merupakan ibukota Belitung Timur. Saya mengambil arah melewati kecamatan Kelapa Kampit dan kecamatan Damar, karena sesuai rencana akan mampir di Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Burung Mandi yang berada di daerah tersebut. Jika ingin lebih cepat menuju Kota Manggar bisa juga melalui Kecamatan Badau, dengan kondisi jalan yang lebih baik dan suasana yang lebih ramai. Baik lalu lintasnya maupun daerah perkampungannya. Read More…